5 Kisah Sukses Perjuangan Seorang Pramugari

Kisah Para Pejuang Tangguh Untuk Mewujudkan Mimpinya Menjadi Pramugari

5 Kisah Sukses Perjuangan Seorang Pramugari
5 Kisah Sukses Perjuangan Seorang Pramugari

Saat ini transportasi udara sudah menjadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin pergi dari satu tempat ke tempat lainnya. Selain lebih cepat mengantarkan penumpangnya, transportasi udara juga menawarkan berbagai layanan menarik mulai dari saat calon penumpang tiba bandara, hingga layanan saat penumpang di udara. Berbicara mengenai layanan transportasi udara, tentu tidak bisa dipisahkan oleh tugas yang satu ini. Dialah yang setia melayani ketika penumpang masuk ke kabin hingga meninggalkan kabin pesawat. Dialah yang juga bertanggung jawab atas keselamatan para penumpang. Dia juga adalah orang paling pertama dan terakhir di pesawat. Kita sering mengenalnya dengan sebutan Pramugari atau Flight Attendant.

Memiliki tubuh yang langsing ditambah paras yang cantik begitu para penumpang mengenal profesi yang satu ini. Saat penumpang tiba dipesawat, ia langsung menyambut dengan senyuman dan sapaan hangat. Kemudian memandu penumpang untuk menuju kursi dan memastikan barang bawaannya sudah diletakan pada tempatnya. Sebelum pesawat take off, ia tak lupa mengingatkan para penumpang untuk memasang sabuk pengaman dan memberikan panduan singkat keselamatan di udara.

Pramugari adalah pekerjaan yang dianggap mewah dan memiliki gengsi tinggi. Namun, menjadi seorang pramugari tuh enggak mudah lho. Banyak orang masih berangapan bahwa menjadi pramugari itu adalah sesuatu yang mustahil. Tetapi tida bagi 5 perempuan pejuang tangguh ini untuk mewujutkan mimpinya. Yuk kita simak kisahnya!

  1. Inda Pebrina (28) membagikan ceritanya  mengenai perjuangannya untuk menjadi pramugari di salah satu maskapai penerbangan terbesar di Indonesia.

    Cita-cita jadi pramugari sempat diremehkan

    Inda bercita-jadi jadi pramugari sejak duduk di bangku SMA. “Aku pengin pekerjaan yang bisa jalan-jalan gratis tapi dibayar. Pokoknya aku mau keluar dari kampungku,” ujar Inda sambil tertawa.

    Begitu lulus SMA, Inda memutuskan untuk langsung masuk ke sekolah pramugari untuk mengejar cita-citanya. Tapi keputusan ini enggak mudah, sebab impian Inda sempat diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya.

    “Aku dipaksa sama teman-teman untuk daftar kuliah, tapi aku enggak mau. Lalu mereka mempertanyakan, memang aku maunya jadi apa sih.

    Dari keluarga, teman, sampai tetangga, banyak yang meremehkan sampai aku merasa down.  Soalnya aku enggak cantik, enggak pintar, tinggi juga standar 161 cm. Minimalnya kan 160 cm, jadi ngepas banget.

    Aku juga bukan anak siapa-siapa, aku datang dari keluarga sederhana. Di kampungku tuh menganggap kalau pekerjaan pramugari tuh ‘wah’ banget, sehingga aku enggak mungkin bisa,” cerita cewek asal Palembang ini.

    Berbagai perjuangan dilalui sebelum berhasil jadi pramugari

    Setelah menjalani sekolah pramugari

    “Aku nyoba ke Lion, Sriwijaya, Batavia, Air Asia, pokoknya hampir semua airline aku coba deh. Tapi enggak ada yang lolos.”

    Di saat itu, Inda berpikir untuk menyerah. Dia pun melanjutkan kuliahnya atas saran dari orangtua.

    Namun, Inda merasa enggak puas sebab masih pengin mengejar mimpinya untuk jadi pramugari.   Akhirnya kesempatan datang lagi pada 2008.

    “Ada pendaftaran untuk jadi pramugari di Garuda Indonesia untuk perjalanan naik haji. Akhirnya aku ikut dan berhasil lolos. Di perjalanan haji ini, fungsi kita kebanyakan untuk menjembatani bahasa.

    Karena kan kebanyakan orang yang naik haji itu lanjut usia (lansia), sehingga mereka enggak mengerti bahasa Indonesia. Harus dijelaskan dengan bahasa daerah,” ujarnya.

    Inda memutuskan untuk berhenti kuliah dan fokus pada profesinya sebagai pramugari.

    ( Saat itu, Inda berusia 19 tahun. Dia adalah pramugari termuda di sana. Kemudian pada 2009, Inda ditawarkan untuk menjadi pramugari untuk penerbangan reguler.

    Setelah melalui berbagai macam tes, mulai dari tes performance, psikotes, pengetahuan umum, wawancara, tes kesehatan, dan banyak lagi, Inda akhirnya berhasil menjadi pramugari reguler di 2010.)

    Inda berhasil menggapai keinginannya untuk bisa berjalan-jalan gratis.

    Sampai saat ini, Inda sudah pernah pergi ke Jeddah, Amsterdam, Dubai, Nagoya, Narita, Osaka Haneda, Seoul, Melbourne, Brisbane, Perth, Sydney, China, Singapura, juga Kuala Lumpur.

    Namun Inda mengaku perjalanan yang paling berkesan untuknya adalah penerbangan pertamanya, yakni ke Jeddah.

    “Aku ingat sekali saat itu aku terus menangis. Saat mendarat jam 2 pagi, aku melihat ke luar jendela. Aku bersyukur banget akhirnya bisa mencapai cita-citaku jadi pramugari, apalagi jadi pramugari Garuda Indonesia.

  2. Wanita Ini Sukses Jadi Pramugari Setelah 22 Kali Ditolak Kisah wanita yang satu ini bisa menjadi contoh nyata, mimpi sesulit apapun akan bisa terwujud kalau kita mau bekerja keras menggapainya.Menjadi pramugari adalah mimpi Mary Clare Inonog sejak lama. Setelah lulus kuliah, hal pertama yang dilakukan wanita asal Manila, Filipina ini adalah melamar pekerjaan untuk menjadi pramugari.

    Usaha pertama Mary Clare Inonog untuk menjadi pramugari ternyata gagal. Tidak berhenti menyerah, ia pun kembali melamar jadi pramugari untuk kedua kali, tiga kali, empat kali, tapi tak kunjung mendapat panggilan kerja. “Aku masih ingat usaha pertamaku dan penolakan pertamaku di maskapai penerbangan pertama yang aku lamar. Aku ke sana bersama ayahku, beroda dan berharap akan diterima agar aku bisa membuatnya bangga! Aku tidak akan pernah lupa apa yang terjadi saat interview karena aku tidak punya kesempatan berbbicara dan membuktikan diri. Aku ditolak, Aku tidak pernah menyangka rasanya akan sesakit itu, aku pulang ke rumah sambil menangis bersama ayahku tapi itu tidak membuatku ingin berhenti,” tulis Mary Clare Inonog tentang pengalamannya. Penolakan demi penolakan ia terima, tapi tak juga mengurungkan niat Mary Clare Inonog untuk berhenti berusaha. Dia telah bertekad menjadi pramugari dan berjanji pada dirinya sendiri akan melakukan apapun sampai cita-citanya terwujud.Belasan kali ditolak, membuat Mary Clare Inonog akhirnya introspeksi diri. Apa yang salah dari dirinya? Kenapa maskapai penerbangan selalu menolaknya?Mary Clare pun bertekad memperbaiki diri dan kemampuannya. Pernah suatu waktu, sebuah maskapai penerbangan menolaknya karena tubuhnya dianggap terlalu gemuk untuk seorang pramugari. Dia pun diet ketat untuk menurunkan bobotnya. Ia juga belajar mengembangkan kemampuan komunikasinya dengan bekerja di tempat kuliahnya dulu, STI College. “Aku bekerja di perusahaan ternama di Manila. Aku bekerja selama enam tahun di industri perhotelan tapi tetap ingin mendapatkan pekerjaan impianku yakni menjadi pramugari. Aku mencobanya sekali, di maskapai yang keempat. Aplikasi aku yang ini paling lucu tapi paling menghina. Pewawancara mengatakan kalau dia tidak bisa menerimaku karena aku kelebihan berat badan,” cerita Mary Clare.Jalan Mary Clare jadi pramugari rupanya masih panjang. Bahkan setelah diet dan mengasah kemampuannya, tetap penolakan yang ia dapat. Apakah dia menyerah? Tentu saja tidak. Pernah ada satu masa di mana Mary Clare berhenti mengirim lamaran kerja sebagai pramugari beberapa bulan. Tapi bukan karena dia menyerah. Dia ingin memastikan kalau sudah benar-benar siap dan punya keberanian serta kekuatan, kalau-kalau nanti ditolak lagi.

    Setelah latihan interview dan mengasah kemampuannya berkomunikasi, Mary Clare mencoba peruntungannya lagi. Setelah 24 kali melamar, 22 kali ditolak oleh enam maskapai penerbangan, Mary Clare akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan impiannya. Menjadi pramugari di maskapai ternama Qatar Airways. “Setelah berkali-kali gagal, melewati wawancarayang melelahkan dan mendapat pendangan negatif dari orang-orang, percobaan dan tantangan, aku akhirnya berhasil! Akhirnya, aku diterima,” tulis Mary Clare lagi.

    Pengalaman Mary Clare mengajarka kita bahwa terkadang kegagalan justru bisa jadi ‘partner’ dalam mencapai tujuan hidup. Selama kegagalan itu dijadikan pecutan agar tidak menyerah.

    “Tuhan punya alasan kenapa semua ini terjadi, dan buat saya, membuat saya sadar kalau hanya satu yang membuat mimpimu mustahil terwujud, takut gagal,” lanjutnya.

    “Suatu hari, semuanya akan indah pada waktunya. Jangan terburu-buru, ketika saatnya tiba, semuanya akan terjadi. Bersabarlah, selalu percaya dan yakin pada dirimu sendiri,”

  3. Kisah Febrika Mutiara, Pramugari Tangguh yang Tak Kenal Putus Asa

    “Bukan hal yang aneh, ketika setiap orang berjuang dan mempertahankan impiannya masing-masing. Ada yang dengan gigih berjuang menempuh pendidikan yang tinggi untuk dapat meraih impiannya.

    Ada yang bersusah payah mencoba berbagai hal dan kegiatan untuk dapat menemukan passion tertentu di dalam dirinya. Ada pula yang bersusah payah bertahan pada sebuah pekerjaan karena demikianlah hidup, jalannya tak selalu sesuai dengan apa yang kita pikir dan inginkan,” tutur pramugari bernama Febrika Mutiara Kristie ini.

    Ya, ini adalah sebuah kisah dari seorang perempuan tangguh, juga merupakan mantan model yang telah mengikuti beberapa kontes dan pertunjukkan model ini yang akhirnya memutuskan untuk menantang dirinya bekerja melayani masyarakat sebagai seorang pramugari di salah satu maskapai di Indonesia.

    Tidak sedikit yang memandang sebelah mata pekerjaan yang ia pilih dan mengatakan bahwa pekerjaan ini tergolong mudah. Namun siapa sangka, di balik banyaknya komentar dan pandangan orang, ada sebuah perjuangan dan usaha yang tak mudah serta mengharukan.

    Ada waktu yang dikorbankan, ada keluarga yang ditinggalkan, serta hal-hal sederhana yang sering tidak kita sadari tetapi menjadi amat berharga bagi mereka yang bekerja di dalam dunia penerbangan.

    Perjalanan karier Febrika Mutiara Kristie ini bukan perjalanan mudah seperti yang orang-orang pikirkan—tentang menjadi pramugari. Jalan-jalan ke luar kota bahkan negeri, memiliki penghasilan besar, bekerja di angkasa yang tidak macet dan tidak melelahkan, dan sebagainya.

    Jangan salah, di usia mudanya ini, sudah begitu banyak pengalaman yang membuatnya menjadi perempuan dewasa dan tangguh di tengah tantangan dunia yang semakin keras ini. Pekerjaan yang menuntutnya untuk terus tersenyum sekalipun sedang bersedih dan rindu keluarga membuatnya menjadi perempuan yang kuat.

    “Saya tidak ingin menyusahkan orangtua”, demikian pengakuan Mutiara.

    Ketulusan hatinya untuk tidak menyusahkan orangtua dalam arti mengeluarkan uang banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya termasuk pendidikan, mendorongnya menjadi seorang perempuan yang mandiri. Ia rela bekerja untuk membantu orangtua dan memberi kesempatan kepada saya, sebagai saudara kembarnya agar dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

    Dengan demikian, ia belajar untuk memilih dan membuat keputusan untuk menjalankan karir sebagai pramugari dengan begitu banyak pro dan kontranya.

    Ia meyakini bahwa hidup adalah pilihan, tidak segala sesuatu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan.  Ada satu hal yang begitu menginspirasi dari ucapan Mutiara, ia mengatakan: “Seringkali kita kecewa dengan impian-impian yang tidak terwujud atau kenyataan berkata berbeda dengan apa yang kita pikirkan. Namun barangkali benar bahwa salah satu aspek kedewasaan manusia terbentuk ketika kita mengecap kekecewaan.”

    Meskipun pernah beberapa kali ditolak ketika interview dengan alasan yang tidak jelas, Mutiara tetap gigih mencoba mendaftar menjadi pramugari agar dapat membanggakan orangtua dan membantu kehidupan keluarganya.

    Sampai akhirnya setelah mencoba beberapa kali, ia pun dihubungi untuk mengikuti pendidikan selanjutnya. “Saya percaya, jika sesuatu itu harus terjadi, terjadilah,” kataya. Apabila ia memang diizinkan Tuhan untuk menjadi kebanggaan orang tua, maka ia akan terus berjuang untuk menjadi kebanggaan keluarganya.

    Di balik kesuksesan yang orang lain lihat di dalam diri Mutiara, tentu saja tersimpan begitu banyak kisah dan pengalaman-pengalaman yang mendewasakannya. Ada saja orang yang mencibirnya dengan mengatakan “Kok, bisa sih dia jadi pramugari?”, “Kok gak kuliah dulu?”, dan sebagainya.

    “Sukses tidak selalu ditentukan dari seberapa banyak dan panjang gelar dibelakang nama seseorang. Melainkan kerja keras dan rancangan Tuhan yang menentukan”, tutur Mutiara.

  4. Perjuangan anak tukang ojek menjadi pramugari                                                                      sebuah cerita perjuangan yang cukup membuat admin terharu dengan perjuangan salah satu pramugari cantik dari depok jawa barat dalam menggapai cita menjadi seorang pramugari.
    Awal cerita admin mendapati sebuah postingan instagram yang membuat admin tertarik untuk membukanya. Terlihat di foto seorang bapak-bapak ojek dan di samping foto tersebut ada pramugari cantik dengan caption “My Super Hero yang nyata di hidup gue” dan dilanjut dengan kata-kata “Tahan banting banyak berkorban buat gue. Berkat usaha kerja keras beliau dan doa beliau gue bisa jadi sekarang.
    Iya, bapak gue gak kayak orang di luar sana yang bergelar berbagai macam profesi. Bokap gue hanya seorang buruh dan sekarang hanya seorang Gojek Online.
    Malu??
    Ahahahha… ngapain harus malu? Malah gue sangat sangaaaatttt bangga dengan beliau.
    Makasih bapak untuk semua pengorbanannya yang selalu yakin anaknya akan berhasil. Dan ternyata memang Allah mendengar doa bapak.”
    Foto :

    Cerita Perjuangan Pramugari Lion Air Cantik Anak Tukang Ojek

    Cerita Perjuangan Pramugari Lion Air Cantik Anak Tukang Ojek

    anak gojek jadi pramugari

    anak gojek jadi pramugari

    Admin sempatkan mengirim pesan ke pramugari tersebut, dan ternyata pesan admin disambut baik dengan pramugari itu. Sebut saja namanya “Uput”. Seperti biasa admin memperkenalkan diri dan admin bertanya kepada uput, apakah uput ingin bercerita tentang perjuangannya untuk menjadi pramugari? Sepertinya cerita perjuangan uput bakal banyak menginspirasi orang-orang diluar sana yang saat ini masih berjuang untuk menggapai cita-cita menjadi seorang pramugari. Uput pun mulai bercerita.

    Itulah cerita perjuangan si uput dalam mengejar cita menjadi seorang pramugari. Dibawah ini admin tampilkan foto-fotonya di wall instagram.

  5. Cerita Riska Dwi N, Pramugari Pesawat Kepresidenan RI dari Bogor

    BANGGA: Sersan Satu Riska Dwi Nugrahani bersalaman dengan Presiden Jokowi sebelum terbang.

    Menjadi pramugari di pesawat Kepresidenan RI bukan hal mudah. Serangkaian seleksi dan tes harus dijalani. Di antara para pramugari pesawat orang nomor satu di Indonesia itu, Sersan Satu Riska Dwi Nugrahani salah satunya. Wanita angkatan udara (wara) ini menjadi orang pertama dan satu-satunya pramugari TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara Atang Sendjaja (Ats) Bogor.

    Laporan: Fikri Habibullah Muharram

    Wanita kelahiran Surabaya itu saat kecilnya tak pernah berpikir akan menjadi wara atau wanita tentara. Bermula dari hobinya di dunia Paskibraka semasa sekolah dulu, jiwa kesamaptaan menghantarkan dirinya menjadi TNI Angkatan Udara. Kini, pangkat sersan satu atau sertu melekat di pundak Riska, panggilan akrabnya. “Tahun 2009 saya daftar pertama kali masuk wara di Lanud Abdurrahman Saleh Malang. Dari ribuan pendaftar, hanya ada 10 wara yang lulus. Saya salah satunya. Kemudian saya ikut ujian tingkat nasional di Solo. Alhamdulillah lulus lagi,” kisah Riska saat ditanya awal mula dirinya masuk tentara.

    Dari berbagai penugasan dan pendidikan yang pernah ia tempuh di Bandung, Bogor, dan Jakarta semasa kariernya di dunia militer, tibalah saat dirinya mendapat panggilan untuk mengikuti tes masuk menjadi pramugari TNI AU.

    “Saya ikut tes lagi persis seperti tes saat masuk jadi tentara. Ada banyak yang tidak lolos. Alhamdulillah, nama saya lolos menjadi pramugari TNI AU,” jelasnya.

    Riska kemudian mengikuti pendidikan pramugari di Garuda Indonesia. Kelimuannya terus dipertajam dari sudut ketentaraan sebagai pramugari di Skadron 17 Halim Perdanakusuma. “Akhir­nya saya resmi menyan­dang tugas sebagai pramugari TNI AU,” lanjut wanita yang juga terampil di dunia public speaking itu.

    Riska menuturkan, berbagai pelayanan dari mulai very important person (VIP) seperti Panglima TNI dan bawahannya sampai dengan very-very important person (VVIP) sekelas presiden dan wakil presiden pernah ia layani dalam tugasnya sebagai pramugari saat mengudara.

    “Harus ada pelayanan ekstra yang kita berikan. SOP-nya pun tidak sembarangan dan sangat ketat. Saya harus tampil seprofesional mungkin selama mengawal RI 1 di udara,” kisah wanita kelahiran 6 Desember 1989 itu.

    Sebagai wanita pertama di Bogor yang mampu menyandang tugas Pramugari Kepresidenan, tentu ada perasaan bangga. Belum lagi dengan statusnya sebagai tentara. Kedisiplinan dalam membagi waktu antara tugas dan keluarga, kata Riska, adalah hal mutlak yang harus ia lakukan.

    “Selama saya di rumah dan tidak sedang masa tugas, saya benar-benar memanfaatkan waktu untuk keluarga. Quality time itu pasti saya lakukan. Saya tidak ingin karena tugas terbang, kasih sayang kepada anak serta perhatian kepada suami hilang,” ujarnya.

    Keluarga, menurut Riska, tetap menjadi nomor satu dalam kesuksesan kariernya. Meski begitu, ia tak menampik harus ada perjuangan ekstra dalam membagi waktu saat melepas almamater kemiliteran di rumah.

    “Jangan sampai karena suatu tugas, kasih sayang keluarga hilang. Saya sangat hindari itu. Bagaimanapun, saya adalah wanita,” kata ibu dari Kim Ibrahim Faid (2).
    Bagi Riska, menjadi pengawal VVIP tentu ada perasaan berbeda. Perasaan itu, katanya, mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan pramugari lainnya.

    Segudang jam terbang pernah ia lalui bersama orang nomor 1 dan orang nomor 2 di Indonesia. Tak hanya itu, pengalaman lainnya, dia bisa foto bersama presiden dan sejumlah petinggi di Indonesia yang naik pesawat tersebut.

    Duka selama bertugas tentu saja pernah ia lalui. Misalnya saja, saat orang lain libur di hari weekend, ia tetap harus bertugas jika ada panggilan. Mau tidak mau harus ia lakukan. Jika ada rentang waktu tugas yang cukup lama, kadang perasaan rindu kepada keluarga berkecambah dengan derasnya.

    “Apalagi ke anak saya yang masih kecil,” ujarnya.

    Derai air mata yang pernah ia teteskan dalam perjuangan kariernya, membuahkan rangkaian pesan manis kepada seluruh wanita Indonesia. “Jadilah wanita tangguh untuk keluarga, untuk suami, untuk anak, untuk orang tua, untuk nusa, bangsa, dan agama,”

    inilah 5 kisah inspiratif perjuangan menadi seorang pramugari. Karena mimpi perlu diperjuangnkan dan dipersiapkan dari sekarang. Bagi kamu yang benar-benar ingin berjuang menjadi pramugari kamu bisa mulai dari sekarang dengan langsung mendaftar di sekolah pramugari. Salah satu sekolah pramugari terbaik saat ini adalah FAAST PENERBANGAN. 

    FAAST Penerbangan siap menjawab tantangan pertumbuhan dan perkembangan transportasi udara yang semakin tahun semakin berkembang

    FAAST Penerbangan memiliki metode pelatihan singkat, profesional dengan biaya pendidikan terjangkau. Tempat pendidikan yang nyaman didukung dengan pelayanan yang ramah & profesional adalah kunci keberhasilan dalam menyiapkan SDM dunia penerbangan yang siap bersaing di dunia kerja

    FAAST Penerbangan selain memberikan pendidikan & pelatihan, juga berusaha membantu peserta pendidikan untuk bisa bekerja didunia penerbangan melalui pembekalan ilmu sesuai kebutuhan maskapai penerbangan serta bahasa inggris yang komunikatif dan interaktif. FAAST Penerbangan juga memberikan pembentukan mental dan kepribadian sehingga menciptakan SDM yang berkualitas dan berkarakter. Tidak hanya itu, FAAST Penerbangan juga memiliki instruktur yang berkualitas dan berpengalaman.

    Untuk informasi pendaftaran dan penerimaan taruna-taruni baru bisa langsung menghubungi panitia pendaftaran di nomer WA/TELP 0822-2000-7377 ( KAK DESTA )

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *